About

ayatimg.php?&text=FFFFFF&bg=00BB00&am

Lafadz-Lafadz yang Ringan di Lidah

Selasa, 26 Juli 2016

Banyak kata…keluar dari lisan kita. Tapi entah berapa yang mengeluarkan sepatah dua patah yang menambah bekal pahala di akhirat nanti. Ya saudariku…hanya sepatah dua patah kata…yang terasa ringan untuk diucapkan, mudah untuk dihafalkan, dan dapat menambah keimanan kita. Bukankah iman bertambah dan berkurang? Semoga kita tidak lupa untuk mengamalkan sunnah ini dan bersemangat untuk menghafalkan dan mengamalkan do’a dan dzikir lainnya (yang membutuhkan waktu untuk menghafalkan dan mengamalkannya) yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bismillah

Untuk lafadz yang satu ini, mungkin kita sendiri lupa entah kapan mulai mempelajarinya. Ternyata banyak saat-saat yang kita disunnahkan untuk mengluarkan lafadz ini. Yang pertama adalah saat hendak mulai makan. Hei…mungkin langsung ada yang bertanya-tanya, bukankah saat hendak makan doa yang dibaca “Allahumma bariklana…?”

Jawabnya, “Bukan saudariku.” Bahkan do’a tersebut tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena hanya disebutkan dalam hadits yang lemah riwayat dari Ibnu Sunni. Cukup dengan ‘bismillah’. Maka setan tidak akan dapat ikut makan bersama kita.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Apabila seseorang masuk rumahnya dia menyebut Allah Ta’ala pada waktu masuknya dan pada waktu makannya, maka setan berkata kepada teman-temannya, ‘Kalian tidak punya tempat bermalam dan tidak punya makan malam.’ Apabila ia masuk tidak menyebut nama Allah pada waktu masuknya itu, maka setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’, dan apabila ia tidak menyebut nama Allah pada waktu makan, maka setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.'” (HR. Muslim)

Adapun jika kita terlupa membaca ‘bismillah’ di awal waktu kita makan, maka kita cukup membasa ‘bismillah awwalahu wa aakhirohu’ di saat kita ingat.

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Apabila salah seorang kamu makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala (bismillah -pen). Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal makannya, maka hendaklah ia mengucapkan,

بِسْمِ اللهِ أوَّلَهُ وَ اخِرَهُ
(Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan pada akhirnya)’.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan shahih”)

Kita juga disunnahkan membaca bismillah ketika kendaraan yang kita kendarai mogok. (HR. Abu Daud, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud III/941)

Subhanallah

Alhamdulillah, dzikir yang satu ini pun sudah kita hafal sejak lama. Dzikir ini dapat kita amalkan setelah sholat sebanyak 33 kali (HR. Bukhari dan Muslim) atau kita dzikirkan pula sebelum tidur sebanyak 33 kali (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam satu riwayat lain, dibaca sebanyak 34 kali sebelum tidur. Lafadz ini juga disunnahkan untuk diucapkan ketika kita dalam perjalanan dengan kondisi jalan yang menurun (HR. Bukhari dalam al-Fath VI/135). Dapat pula kita ucapkan ketika kita sedang takjub dengan kebesaran ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala (HR. Bukhari)

Adapula lafadz tasbih lainnya yang telah diajarkan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan, dicintai Allah Yang Maha Pengasih, (yaitu),

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
ّ
“Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, maha suci Allah Yang Maha Agung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai Allah adalah

سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِ هِ

(HR. Muslim)

Alhamdulillah

Lafadz ini adalah ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Rabbnya dengan memberikan pujian kepada-Nya. Lafadz ini juga disunnahkan dibaca setelah sholat sebanyak 33 kali dan juga sebelum tidur 33 kali.

Setelah bersin, kita juga disunnahkan mengucapkan alhamdulillah atau alhamdulillah ‘ala kulli haal (HR. Bukhari). Nah, bagi yang mendengar lafadz alhamdulillah dari orang yang bersin, maka berikanlah do’a kepadanya, yaitu

يَر حَمُكَ اللّه

yarhamukallah
“Semoga Allah merahmatimu.”

Kalau sudah mendapat do’a ini, maka orang yang bersin tadi membaca

يَهْدِ يكُمُ اللّهُ و يُصلح بَالَ كُمْ


yahdikumullah wa yuslih baalakum’
“Semoga Allah memberi petunjuk dan memperbaiki keadaanmu.”

Keutamaan dzikir alhamdulillah dan dzikir subhanallah juga terdapat dalam hadits berikut,

“Dari Abu Malik al-Asy’ary dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bersuci adalah setengah iman, الحَمْدُ لِلَّهِ memenuhi timbangan, dan سُبْجَانَ اللّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) memenuhi antara tujuh langit dan bumi.”‘” (HR. Muslim)

Allahu Akbar
 
Sama seperti dua lafadz sebelumnya, lafadz ini juga disunnahkan dibaca setelah sholat dan sebelum tidur. Setelah shalat sebanyak 33 kali dan sebelum tidur sebanyak 33 kali (dalam riwayat lain 34 kali).

Lafadz Allahu Akbar juga sunnah diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan dari ciptaan Allah (HR. Bukhari dalam al-Fath). Dan tahukah saudariku, ternyata lafadz ini juga termasuk dzikir yang sunnah diucapkan ketika dalam perjalanan dengan kondisi jalan yang menanjak. (HR. Bukhari dalam al-Fath VI/135)

Laa ilaha illallah
 
Alhamdulillah, kita semua tentu telah melafadzkan ini karena inilah salah satu pembeda antara muslim dengan kafir. Tentu saja pelafalan lafadz laa ilaha illallah harus disertai dengan keyakinan hati dan pemaknaan yang benar, bahwa tidak ada ilah atau sesembahan yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan tentang lafadz ini dalam haditsnya,

“Sebaik-baik dzikir adalah ada لا اله الا الله (tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah).” (HR. Tirmidzi dan dia berkata, “Hadits hasan.”)

Dan sungguh manis ganjaran orang yang yang melafadzkan dzikir ini, sebagaimana dijelaskan oleh Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Barangsiapa mengucapkan laa ilaah illallah, maka ditanamkan baginya sebatang pohon kurma di Surga.” (HR. Tirmidzi dan dia berkata, “Hadits hasan.”)

Saudariku tentu juga mengetahui, pernah menjadi tren ‘latah’ yang menyebar di berbagai kalangan. Salah satu ciri latah ini adalah jika seseorang dikagetkan atau terkejut, maka akan keluar kata-kata yang tidak dia sadari. Atau bahkan ia bisa dikontrol oleh orang yang mengejutkannya sehingga berkata-kata atau bertingkah laku yang tidak-tidak. Padahal untuk urusan yang terlihat kecil ini, ternyata telah pula diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang yang terkejut disunnahkan untuk mengucapkan lafadz ‘laa ilaha illallah’. (HR. Bukhari dalam Fathul Baari VI/181 dan Muslim IV/22208)

Masya Allah

Yang satu ini, seringkali penulis dengar dilafalkan bukan pada tempatnya. Masya Allah memiliki makna “Atas kehendak Allah”. Lafadz ini diucapkan ketika kita takjub melihat kelebihan yang dimiliki oleh orang lain, baik berupa harta, kondisi fisik atau yang lainnya. Dalam surat Al Kahfi, terdapat tambahan,

“Masya Allah laa quwwata illa billah”

“Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan bantuan Allah.”

Lafadz ini juga berkaitan dengan penyakit ‘ain. Dengan melafadzkan “Masya Allah” ketika kita mengaggumi kelebihan yang dimiliki orang lain, diharapkan orang tersebut tidak terkena penyakit ‘ain disebabkan pandangan kita. Karena penyakit ‘ain ini dapat terjadi baik kita sengaja ataupun tidak.

Nah…yang sering menarik pandangan seseorang adalah tingkah dan fisik anak kecil yang menggoda. Pipinya yang lucu, matanya yang nakal dan lain sebagainya. Lalu datanglah pujian dari sanak, saudara atau teman sekitar kita. Namun kita mungkin lupa, bahwa anak juga merupakan anugrah yang dapat terkena ‘ain. Maka, ingatkanlah orang-orang sekitar untuk mengucapkan masya Allah ketika memberikan pujian kepada anak kita. Begitupula dengan kita sendiri ketika memuji anak atau benda milik seseorang, maka ucapkanlah ‘masya Allah’ ini.

Astaghfirullah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Pujian yang paling tinggi adalah la ilaha illallah, sedangkan doa yang paling tinggi adalah perkataan astaghfirullah. Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengesakan Allah dan memohon ampunan bagi diri sendiri dan bagi orang-orang mukmin.”

Memohon ampunan dengan lafadz ini sunnah diucapkan sebanyak 3 kali setelah selesai salam dari sholat wajib. Kita juga dapat memohon ampunan sebanyak-banyaknya, sebagaimana banyak ayat Al-Qur’an menunjukkan hal ini. Begitupula dari contoh perbuatan Rasululllah shallallahu’alaihi wa sallam (padahal beliau sudah diampuni dosanya yang telalu lalu dan akan datang). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohn ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR. Bukhari)

Kita sebagai wanita juga diperintah untuk memperbanyak istighfar, sebagaimana dalam hadits berikut,

“Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, karena sesungguhnya aku melihat kalian adalah kebanyakan penghuni neraka!”

Seorang wanita dari mereka bertanya, “Wahai Rasululllah, mengapa kami menjadi kebanyakan penghuni neraka?”

Beliau menjawab, “Kalian terlalu banyak melaknat dan ingkar (tidak bersyukur) terhadap (kebaikan) suami, aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya bisa mengalahkan lelaki yang berakal kecuali kalian.”

Ia bertanya, “Apa maksudnya kurang akal dan agama?”

Beliau menjawab, “Persaksian dua orang wanita sama dengan seorang laki-laii dan wanita berdiam diri beberapa hari tanpa shalat.”
(HR. Muslim)

Ini adah lafadz-lafadz dzikir yang ringan di lidah dan mudah untuk dihafal dan diamalkan, insya Allah. Semoga yang ringan ini juga menjadi pemicu untuk menghafal dan mempraktekkan do’a dan dzikir-dzikir lain yang lebih panjang. Barakallahufikunna.


Sumber: muslim.or.id

Biaya dan Promosi

Kamis, 26 Mei 2016

2.1.1.1. Pengertian biaya
Biaya merupakan sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian biaya menurut Hansen dan Mowen, edisi bahasa Indonesia (2001 : 143) adalah :
“Biaya adalah nilai kas atau ekuivalen yang dikorbankan untuk barang dan jasa yang diharapkan akan membawa keuntungan pada saat sekarang dan akan datang bagi organisasi”
Besarnya biaya diukur dalam satuan moneter, di Indonesia adalah rupiah yang jumlahnya dipengaruhi oleh transaksi dalam rangka pemeliharaan barang dan jasa tersebut.
Mulyadi (1993 : 28) mendefinisikan biaya sebagai berikut :
“Di dalam arti luas, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis, yang diukur dalam satuan uang, yang akan terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu”
Dari definisi di atas terdapat 4 unsur pokok, yaitu :
1. Biaya merupakan pengorbanan ekonomi
2. Diukur dalam satuan uang
3. Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi
4. Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu
Konsep biaya terus berkembang, sesuai dengan kebutuhan para pemakai yang berlatar belakang dari berbagai disiplin ilmu. Oleh sebab itu banyak teori mengenai biaya yang dikembangkan para ahli sesuai dengan kondisi yang ada.
Eldon S Hendriksen yang diterjemahkan oleh Marianus Sinaga (1994 : 369) mendefinisikan biaya sebagai berikut :
“Cost (didefinisikan sebagai faktor-faktor produk dan jasa yang dikorbankan) harus dikaitkan dengan pendapatan yang direalisasi didalam periode tertentu berdasarkan suatu korelasi positif yang dapat dilihat dari biaya tersebut dengan pendapatan yang diakui”
Dari uraian di atas dapat dibedakan antara pengertian biaya dengan pengertian beban. Beban dapat diartikan sebagai biaya yang habis dipakai untuk menghasilkan pendapatan, seperti yang dinyatakan Niswonger dan Fress, alih bahasa Hyginus Ruswinarto dan Herman Wibowo (1992 : 57) :
“Biaya yang telah dipakai dalam proses untuk menghasilkan pendapatan adalah biaya yang telah dipakai (expired cost ) atau beban“.
Dari definisi-definisi di atas yang dikemukakan para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa :
§ Biaya merupakan pengorbanan atau penggunaan pengukuran sumber ekonomi.
§ Biaya diukur dalam satuan moneter.
§ Biaya yang telah terjadi atau secara potensial akan terjadi untuk tujuan tertentu.
§ Pengorbanan tersebut untuk mencapai tujuan tertentu dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan.

2.1.1.2. Penggolongan Biaya
Manajemen tidak selalu mempunyai waktu mendefinisikan informasi yang bersifat terperinci. Umumnya semakin tinggi level manajemen, maka informasi yang diperlukan lebih bersifat umum dan sesuai dengan bidang atau departemen yang dipimpinnya, demikian juga dengan informasi biaya yang dikeluarkannya. Agar informasi biaya benar-benar dapat digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuannya, maka pencatatan dan penggolongan biaya harus memperhatikan untuk tujuan apa manajemen memerlukan informasi tersebut. Hal ini sesuai dengan konsep yang dikenal dalam akuntansi biaya, yaitu “Different Cost For Different Purposses” . dari pendapat tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada suatu konsep biaya yang dapat memenuhi berbagai macam tujuan. Untuk dapat memberikan informasi yang efektif tersebut, Mulyadi mengemukakan penggolongan biaya sebagai berikut :
1. Penggolongan biaya menurut objek pengeluaran
Penggolongan ini merupakan penggolongan biaya yang paling sederhana, yaitu berupa penjelasan singkat objek suatu pengeluaran. Misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut biaya bahan bakar. Penggolongan ini bermanfaat untuk perencanaan perusahaan secara menyeluruh dan pada umumnya untuk kepentingan penyajian pada pihak luar.
2. Penggolongan biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan
Dalam perusahaan manufactur ada tiga fungsi pokok yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi uimum. Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok :
a. Biaya Produksi
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap di jual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan equipmen, biaya bahan baku, biaya penolong, biaya gaji karyawan yang bekerja pada bagian lain yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan proses produksi. Menurut objek pengeluarannya biaya produksi ini dibagi menjadi : biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung disebut juga dengan biaya utama (prime cost) sedangkan biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya overhead pabrik disebut dengan istilah biaya konversi, yang merupakan biaya untuk mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi.
b. Biaya Pemasaran
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Contohnya adalah : biaya promosi, biaya angkutan dari gudang perusahaan ke gudang pembeli, gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran.
c. Biaya Administrasi dan Umum
Merupakan biaya-biaya untuk mengkordinasikan kegiatan produksi dan pemasaran produk, contohnya : biaya gaji karyawan bagian keuangan, akuntansi, personalia dan bagian hubungan masyarakat, biaya pemeriksaan akuntan, dan biaya fotocopy.
3. Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
Biaya dapat dihubungkan dengan sesuatu yang dibiayai atau objek pembiayaan. Jika perusahaan mengolah bahan baku menjadi produk jadi, maka sesuatu yang dibiayai adalah berupa produk, sedangkan jika perusahaan menghasilkan jasa, maka sesuatu yang dibiayai adalah berupa penyerahan jasa tersebut. Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu :
- Biaya langsung (direct cost), yaitu biaya yang terjadi yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang harus dibiayai. Biaya langsung dalam hubungannya dengan biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
- Biaya tidak langsung (indirect cost), yaitu biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungan dengan produksi disebut dengan istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik
4. Penggolongan biaya menurut perilaku dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.
Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi :
- Biaya Variabel, yaitu biaya yang jumlah totalnya berhubungan sebanding dengan perubahan volume kegiatan, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
- Biaya semi variabel, yaitu biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan, biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel. Contoh : biaya pengawas dengan insentif sesuai dengan kapasitas produksinya.
- Biaya tetap, yaitu biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. Contoh biaya sewa gudang pabrik, biaya gaji direktur produksi.
- Biaya semifixed, yaitu biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.
Untuk keperluan perencanaan dan pengendalian, baik biaya tetap maupun biaya variabel harus dipecah lagi sebagai berikut :
· Biaya tetap
Ø Commited fixed cost : biaya yang berperilaku tetap karena kebijakan manajemen, biaya ini dalam jangka pendek dapat dikendalikan oleh manajemen. Sebagai contoh adalah biaya iklan yang telah ditetapkan perbulan.
Ø Discretionary fixed cost : biaya yang timbul dari pemilikan pabrik, equipment dan organisasi pokok. Contohnya adalah biaya depresiasi sewa, asuransi, gaji karyawan inti.
· Biaya Variabel
Ø Engineered variabel cost : biaya yang mempunyai hubungan fisik tertentu antara keluaran dan masukannya yang erat dan nyata. Jika masukan (biaya) berubah maka keluaran akan berubah sebanding dengan perubahan masukan tersebut. Sebaliknya bila keluaran berubah maka biaya akan berubah sebanding dengan keluaran tersebut.
Ø Discretionary variabel cost : biaya yang masukan dan keluarannya mempunyai hubungan erat namun jika masukan berubah belum tentu keluaran berubah dengan adanya perubahan masukan tersebut. Contohnya adalah biaya iklan yang ditetapkan manajemen puncak sebesar 2 % dari hasil penjualan akan berubah sebanding dengan perubahan volume penjualan, akan tetapi jika biaya iklan dinaikkan belum tentu menaikkan volume penjualan.
5. Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya
Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya, dibagi menjadi dua yaitu :
a. Pengeluaran modal (capital expenditure)
Yaitu biaya-biaya yang dinikmati lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal tidak seharusnya dibebankan di dalam periode akuntansi dimana pengeluaran tersebut terjadi tetapi dibagikan kepada periode uang menikmati manfaat pengeluaran tersebut.
b. Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure)
Yaitu biaya yang hanya bermanfaat di dalam periode akuntansi dimana biaya tersebut terjadi. Pada saat terjadinya pengeluaran tersebut dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan penghasilan yang diperoleh di dalam periode akuntansi dimana biaya tersebut terjadi.
Menurut Drs. Dwi Prastowo Darminto, MM dan Aji Suryo, SE, MM dalam bukunya Analisis Laporan Keuangan Hotel menjelaskan bahwa biaya dapat diklasifikasikan sebagai berikut : harga pokok penjualan, biaya langsung, biaya tak langsung dan biaya atau beban tetap. Masing-masing biaya tersebut akan diuraikan lebih lanjut berikut ini :
· Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan adalah harga pokok dari barang yang dijual. Untuk departemen kamar, tidak ada harga pokok penjualan karena yang dijual adalah ruangan dan bukan barang yang berwujud yang dikonsumsi oleh pelanggan atau yang digunakan oleh pelanggan
· Biaya Langsung
Biaya langsung adalah biaya-biaya yang terkendalikan dan menjadi tanggung jawab manajer suatu departemen. Seorang manajer departemen kamar bertanggung jawab terhadap terjadinya semua biaya langsung di departemen kamar.
Biaya-biaya langsung ini akan mengalami kenaikkan atau penurunan dengan tingkat tertentu apabila penjualan meningkat atau menurun. Jenis-jenis biaya langsung untuk departemen kamar hotel adalah sebagai berikut :
a) Biaya gaji dan upah
b) Biaya kesejahteraan karyawan
c) Biaya komisi agen/biro perjalanan
d) Biaya cleaning service
e) Biaya laundry
f) Biaya lena dan pakaian dinas karyawan
g) Biaya perlengkapan operasi
· Biaya Tak Langsung
Biaya tak langsung adalah biaya-biaya yang normalnya tidak terkendalikan dan tidak menjadi tanggung jawab manajer suatu departemen. Jenis-jenis biaya tak langsung antara lain adalah sebagai berikut :
a) Biaya administrasi dan umum
b) Biaya pemasaran dan promosi
c) Biaya reparasi dan pemeliharaan
d) Biaya listrik, air dan telepon
e) Biaya transportasi
· Biaya atau Beban Tetap
Biaya atau beban tetap antara lain meliputi biaya-biaya sewa, pajak bumi dan bangunan, asuransi, bunga bank dan depresiasi serta amortisasi.

2.1.1 Promosi
2.1.2.1. Pengertian Promosi
Promosi merupakan salah satu unsur yang penting dari pemasaran, selain struktur harga dan distribusi. Dengan promosi perusahaan dapat memberikan informasi, menghimbau serta mempengaruhi masyarakat agar tertarik untuk membeli produk atau jasa yang dipasarkan. Promosi juga merupakan unsur pokok dalam persaingan non-harga dan pemasaran modern.
Definisi promosi menurut William J Stanton dalam bukunya “Fundamental of Marketing” (1990 : 467) adalah :
“Promotion is an excecise in information, persuation and cmmunication, these three are related becouse to inform is to persuade and conversely a person who is persuaded is also being informed. An persuation and information become effective through some form of communication”

Definisi ini menyatakan bahwa promosi adalah usaha penyampaian dalam bidang informasi, himbauan, bujukan, dan mengkomunikasikan atas produk yang dipasarkan perusahaan. Memberikan informasi adalah usaha untuk mempengaruhi, dan jika seseorang terpengaruh itu berarti bahwa orang tersebut telah menerima informasi yang diinginkan oleh penjual. Himbauan serta informasi menjadi lebih efektif dalam bentuk komunikasi.
Sedangkan pengertian promosi menurut Djaslim Saladin (1996 : 68) adalah :
“Promosi adalah suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan mengingat produk tersebut”
Dari dua definisi tersebut dapat diketahui bahwa promosi pada dasarnya adalah menginformasikan atau memberitahukan kepada orang atau konsumen tentang produk atau jasa yang ditawarkan dengan tujuan agar orang atau konsumen tersebut mau mencoba bahkan sampai membeli produk atau jasa yang ditawarkan.
Menurut Drs. H. Oka A. Yoeti, MBA, pada umumnya yang dimaksud dengan promosi yaitu :
“Semua kegiatan dunia usaha yang ditujukan untuk meningkatkan penjualan. Termasuk diantaranya adalah advertising, personal selling, display, demonstration, publicity, labeling,premi, hadiah dan lain-lain”
Kata “promotion” sendiri memberikan interprestasi dan bahasa yang bermacam-macam. Pada dasarnya maksud kata promotion adalah untuk memberi tahu, membujuk, atau mengingatkan lebih khusus lagi.
Sejalan dengan uraian tersebut di atas, alat promosi yang sering digunakan adalah :
q Advertising / Iklan
Advertising merupakan suatu cara yang tepat untuk memberitakan hasil produk kepada konsumen yang sama sekali belum mereka kenal. Keuntungan penggunaan advertising ini terutama karena dapat menjangkau banyak orang melalui mass media seperti : surat kabar, majalah ,tv, radio dan bioskop.
Tugas utamanya adalah untuk melancarkan pekerjaan channel yang ditunjuk ( travel agent/tour operator ) dan dapat memudahkan kegiatan personal selling pada masing-masing perantara
q Sales Support / Sales Promotion / promosi penjualan
Sales support dapat diartikan sebagai bantuan pada penjual dengan memberikan semua bentuk promotion-material yang direncanakan untuk diberikan pada umum atau travel trade yang khusus ditunnjuk sebagai perantara. Promotion material dibuat secara lengkap dan mendetil semua informasi tentang transport, akomodasi, bar dan restaurant, hiburan, atraksi dan souvenir shop. Jadi sales support tidak lain ialah kegiatan yang mengadakan kontak-kontak pribadi secara langsung atau tidak langsung dengan costumer atau trade intermediateris dengan tujuan :
1. Memberi tahu mereka produk atau service yang tersedia atau yang disediakan, kualitas produk, harga produk/service, time schudeles dari macam-macam transport yang menghubungkan tourist destination.
2. Membantu mereka dalam penjualan produk yang tersedia agar sampai ke pemakaian akhir ( ultimate costumers ).
3. Memberikan motifasi pada mereka untuk melakukan kegiatan penjualan dari produk/service yang dipromosikan.

Tanda Kebahagiaan

Rabu, 06 April 2016


Imam Ibnu Al Qoyyim mengatakan bahwa tanda kebahagiaan itu ada 3 hal. 3 hal tersebut adalah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, bersabar ketika mendapatkan cobaan dan bertaubat ketika melakukan kesalahan. Beliau mengatakan: sesungguhnya 3 hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat. Seorang hamba sama sekali tidak pernah bisa terlepas dari 3 hal tersebut:

1. Syukur ketika mendapatkan nikmat.
Seorang manusia selalu berada dalam nikmat-nikmat Allah. Meskipun demikian, ternyata hanya orang berimanlah yang menyadari adanya nikmat-nikmat tersebut dan merasa bahagia dengannya. Karena hanya merekalah yang mensyukuri nikmat, mengakui adanya nikmat dan menyanjung Zat yang menganugerahkannya. Syukur dibangun di atas 5 prinsip pokok:
  1. Ketundukan orang yang bersyukur terhadap yang memberi nikmat.
  2. Rasa cinta terhadap yang memberi nikmat.
  3. Mengakui adanya nikmat yang diberikan.
  4. Memuji orang yang memberi nikmat karena nikmat yang dia berikan.
  5. Tidak menggunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang tidak disukai oleh yang memberi nikmat.
Siapa saja yang menjalankan lima prinsip di atas akan merasakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jika lima prinsip di atas tidak dilaksanakan dengan sempurna maka akan menyebabkan kesengsaraan selamanya.

2. Sabar ketika mendapat cobaan.
Dalam hidup ini di samping ada nikmat yang harus disyukuri, juga ada berbagai ujian dari Allah dan kita wajib bersabar ketika menghadapinya. Ada tiga rukun sabar yang harus dipenuhi supaya kita bisa disebut orang yang benar-benar bersabar.
  1. Menahan hati untuk tidak merasa marah terhadap ketentuan Allah.
  2. Menahan lisan untuk tidak mengadu kepada makhluk.
  3. Menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak di benarkan ketika terjadi musibah, seperti menampar pipi, merobek baju dan sebagainya.
Inilah tiga rukun kesabaran, jika kita mampu melaksanakannya dengan benar maka cobaan akan berubah menjadi sebuah kenikmatan.

3. Bertaubat ketika melakukan kesalahan.
Jika Allah menghendaki seorang hamba untuk mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat, maka Allah akan memberikan taufik kepada dirinya untuk bertaubat, merendahkan diri di hadapan-Nya dan mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai kebaikan yang mampu untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, ada seorang ulama salaf mengatakan: “Ada seorang yang berbuat maksiat tetapi malah menjadi sebab orang tersebut masuk surga. Ada juga orang yang berbuat kebaikan namun menjadi sebab masuk neraka.” Banyak orang bertanya kepada beliau, bagaimana mungkin hal tersebut bisa terjadi?, lantas beliau menjelaskan: “Ada seorang yang berbuat dosa, lalu dosa tersebut selalu terbayang dalam benaknya. Dia selalu menangis, menyesal dan malu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hatinya selalu sedih karena memikirkan dosa-dosa tersebut. Dosa seperti inilah yang menyebabkan seseorang mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Dosa seperti itu lebih bermanfaat dari berbagai bentuk ketaatan, Karena dosa tersebut menimbulkan berbagai hal yang menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba. Sebaliknya ada juga yang berbuat kebaikan, akan tetapi kebaikan ini selalu dia sebut-sebut di hadapan Allah. Orang tersebut akhirnya menjadi sombong dan mengagumi dirinya sendiri disebabkan kebaikan yang dia lakukan. Orang tersebut selalu mengatakan ’saya sudah berbuat demikian dan demikian’. Ternyata kebaikan yang dia kerjakan menyebabkan timbulnya ‘ujub, sombong, membanggakan diri dan merendahkan orang lain. Hal-hal ini merupakan sebab kesengsaraan seorang hamba. Jika Allah masih menginginkan kebaikan orang tersebut, maka Allah akan memberikan cobaan kepada orang tersebut untuk menghilangkan kesombongan yang ada pada dirinya. Sebaliknya, jika Allah tidak menghendaki kebaikan pada orang tersebut, maka Allah biarkan orang tersebut terus menerus pada kesombongan dan ‘ujub. Jika ini terjadi, maka kehancuran sudah berada di hadapan mata.”

Sumber : muslim.or id 

Fase dari Karyawan ke Pengusaha

Senin, 04 April 2016

Dari  Karyawan ke Pengusaha

Menjadi karyawan kadang ada enaknya kalau gaji sudah standar UMR, dapat tunjangan tahunan, dan juga bila diikuti jenjang karir melejit. Status karyawan menjadi incaran banyak orang yang menghendaki zona nyaman. Ketakutan tidak terpenuhinya hidup membuat orang tidak mau melepaskan status karyawan. Lebih-lebih jika dapat informasi banyak pengusaha gulung tikar, sepertinya status karyawan tetap menjadi pilihan nyaman mempertahankan ekonomi sehari-hari. Tak heran lulusan-lulusan baru baik SMA/Sarjana menyerbu pusat-pusat kota sekedar memasukkan lowongan pekerjaan.
Tidak ada yang salah menjadi karyawan karena itu sebuah pilihan. Ada banyak orang menghabiskan masa tuanya menjadi karyawan perusahaan besar kemudian mendapat jaminan pensiun di hari tua. Apalagi kalau statusnya menjadi PNS tentu ini bisa lebih merasakan zona aman.
Memang bukan jadi rahasia lagi, keluar dari zona nyaman memerlukan keberanian luar biasa. Bertebaran kisah-kisah pelaku yang keluar dari zona nyaman menuju zona kebebasan banyak menghiasi kehidupan para pekerja. Tapi informasi yang diterima kebanyakan sebuah kegagalan. Jadinya keluar dari zona nyaman menuju zona kebebasan mengalami fase yang sangat sulit, tidak enak dan rentan frustasi.
Padahal menurut beberapa orang,  menjadi karyawan termasuk membatasi penghasilan. Kalaulah misalnya menjadi karyawan dia akan digaji 1,5 juta perbulan, selama dia bekerja akan menerima gaji seperti itu dan itupun diterima sekali dalam sebulan. Sementara perputaran ekonomi terbesar ada pada perdangangan. Orang yang berniaga tidak terbatasi incomenya, bisa jadi dia tiap hari mendapatkan keuntungan, bulan ini dapat 5 juta bisa jadi bulan depan dapat 6 juta atau lebih rendah dari pada itu.
Banyak contoh pengusaha sukses mengawali dari pintu karyawan mereka mendapati fase “jatuh bangun” mencapai kesuksesan. Atau yang dulunya seorang pegawai, kemudian merasa jenuh pada posisi stagnan dan berhenti untuk menuju zona kebebasan finansial.
Berikut ini link artikel langkah awal ketika Anda hendak menuju transformasi dari karyawan menuju pengusaha.
1. Persiapan mental dan niat yang benar
Ini adalah syarat paling penting untuk anda dari karyawan jadi pengusaha. Untuk keluar dari posisi karyawan saja sudah membutuhkan mental yang kuat. Karena dengan ini berarti melepas posisi dimana penghasilan menjadi pasti, pandangan positif keluarga dan teman menuju zona dimana penghasilan menjadi tidak pasti. Selain mental untuk menuju zona ketidakpastian, dibutuhkan juga mental untuk menjadi pengusaha. Dimana setiap pengusaha akan mengalami “fase jatuh bagun” yang harus dijemput selama menapaki jalan pengusaha. Di fase ini banyak pengusaha yang tidak kuat dan akhirnya menemui kebangkrutan. Mental yang kuat untuk menjadi pengusahan akan lebih ampuh bila diniatkan dengan benar. Niat untuk menjalankan semua karena ibadah. Niat untuk menjalaninya dijalan yang benar, tidak menempuh jalan yang kotor.
2. Persiapan modal
Persiapan modal menjadi syarat mutlak untuk melangkah dari karyawan jadi pengusaha. Pastikan anda memiliki modal terlebih dahulu sebelum mengajukan surat resign kepada atasan. Baik anda masih single atau sudah berkeluarga, modal tetap menjadi faktor penentu jalannya usaha. Bisa mencari investor dan bagi hasil, pinjam keluarga dan teman, dan pinjaman lunak lainnya. Bisa juga dengan menjual aset, baik itu tanah, rumah, ataupun barang2 kepemilikan pribadi. Usahakan tidak meminjam kepada rentenir karena bunga yang tinggi. Bunga yang tinggi juga bisa menyebabkan tersendatnya usaha berkembang diawal.
3. Siap bekerja lebih lama
Transformasi dari karyawan jadi pengusaha tentu saja membuat anda berusaha lagi memulai dari nol. Diawal memulai mungkin hampir seluruh waktu kita akan tersita untuk usaha. Baik itu lewat fikiran atau tindakan. Tetapi kita harus bisa me-manage waktu dengan baik. Belajar me-manage waktu adalah salah satu kunci. Bekerja lebih lama bukan berarti melupakan keluarga atau saudara. Kita juga harus bisa meluangkan waktu buat mereka.
4. Fokus dalam tujuan dan pantang menyerah
Dalam perjalan usaha kita akan sering mengalami hambatan. Baik itu sikap keluarga yang tidak proaktif ataupun lingkungan sekitar yang mencemooh. Hal ini yang sering menganggu berkembangnya usaha. Mental pun seringkali runtuh karena pendapat sekitar, apalagi saat usaha sedang jatuh. Disinilah kita harus terus bangkit dan semangat pantang menyerah. Usahakan diskusi dengan keluarga diawal usaha. Minta dukungan dari mereka. Selalu menjaga semangat dengan sharing ke sesama pengusahan terutama yang sudah berpengalaman adalah hal yang baik. Baca buku-buku motivasi bisnis para pengusaha sukses juga bisa menjadi penambah semangat. Terakhir kita harus yakin kalau rezeki kita sudah ada yang mengatur. Sehingga langkah kita menjemputnya terasa lebih ringan.
Setelah membaca artikel ini, apakah kamu siap dari karyawan jadi pengusaha? atau tetap ingin menjadi karyawan? Semua keputusan ada ditangan Anda..

Sumber: Pengusaha Muslim

Tafsir surat Yasin

Ust Abdullah Zaen

 

Seminar Motifasi Bisnis

Ustadz Yusuf Mansur 

 

Debat Muslim VS Kristen

Mustahil Kristen Bisa Menjawab

 

Debat ISLAM VS KRISTEN

APAKAH YESUS TUHAN 

 

Kajian Islam: Pilih Mana?

Pilih Mana? 

- Ustadz Abdullah Zaen, MA

Cara Sholat

Cara Sholat yang Benar Sesuai dengan Cara Sholat Nabi - Panduan Shalat Lengkap

 Yufid TV


Cara Wudhu Dengan Menggunakan Gayung

Cara Wudhu Dengan Menggunakan Gayung


Yufid TV

Tata Cara Wudhu Nabi

Tata Cara Wudhu Nabi


 Yufid.TV

Tuntunan Ibadah Shalat dan Thaharah

Tuntunan Ibadah Shalat dan Thaharah

Muhammadiyah

 

Cara Berwudlu

Cara Berwudlu Sesuai Dengan Tuntunan Rosul - #TVMuhammadiyah 

 

 

Penulisan PT (Persero) Tbk

Rabu, 07 Oktober 2015

Seperti layaknya nama orang, nama perusahaan adalah suatu identitas yang seyogianya ditulis secara seragam karena merujuk pada suatu entitas yang unik. Sayangnya, cara penulisan nama resmi perusahaan di Indonesia tampaknya belum seragam dan kerap menimbulkan kebingungan. Bagaimana cara menulis singkatan “perseroan terbatas”, “Persero”, dan singkatan “Terbuka”? Apa rujukannya?

Pasal 8 dalam PP 43/2011 tentang tata cara pengajuan dan pemakaian nama perseroan terbatas mencantumkan:
(1) Pemakaian Nama Perseroan harus didahului dengan frase “Perseroan Terbatas”  atau disingkat “PT”.
(2) Bagi Perseroan Terbuka selain berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pada akhir nama Perseroan ditambah singkatan “Tbk”.
(3) Bagi Perseroan Persero selain berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah penulisan kata “Persero”.
Dari peraturan pemerintah ini dapat disimpulkan bahwa singkatan “perseroan terbatas” ditulis “PT”, bukan “PT.”, “P.T.”, atau “P.T”. Ini sejalan dengan penjelasan dan contoh yang tertera dalam bagian “Singkatan dan Akronim” Pedoman EYD:
Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.
Kata “Persero” ditulis dengan diapit tanda kurung setelah singkatan “PT” dan nama perusahaan. Aturan ini dapat dilihat pada pasal 12 ayat 1.b dalam PP 45/2005 tentang pendirian, pengurusan, pengawasan, dan pembubaran Badan Usaha Milik Negara yang mencantumkan:
Penulisan nama Persero dilakukan sebagai berikut: … dalam hal penulisan nama Persero dilakukan secara singkat, maka kata “(Persero)” dicantumkan setelah singkatan “PT” dan nama perusahaan.
PP 43/2011 menunjukkan bahwa singkatannya adalah “Tbk” tanpa tambahan titik di belakang. Daftar perusahaan tercatat pada situs Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pola umum penulisan perusahaan persero terbuka adalah “PT … (Persero) Tbk”. Situs-situs perusahaan tersebut pun umumnya menggunakan pola penulisan yang sama, yaitu singkatan “Tbk” ditulis paling belakang, tanpa tanda koma sebelumnya, dan tanpa tanda titik setelahnya.

Nah, singkatan “Tbk” ini agak membingungkan. Pedoman EYD menyatakan bahwa, “Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik.” Bila mengikuti Pedoman EYD, singkatan “Tbk” perlu diikuti oleh tanda titik, sama halnya dengan singkatan “No.” (nomor).

Saya pikir sebaiknya kita menuruti kebiasaan umum dan tidak mengikuti ketentuan pemberian titik di belakang singkatan “Tbk” dalam Pedoman EYD. Jadi, contoh penulisan nama yang benar adalah:
  • PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
  • PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Beberapa risiko yang dihadapi oleh berbagai jenis usaha yang dilihat dari sudut pandang pebisnis :

Senin, 14 September 2015


 Usaha Jasa

1. Jasa konstruksi

Yang harus mendapat perhatian: a) Sponsor (owner) proyek dan sumber dana. b) Perjanjian/kontrak tertulis (SPP/SPK).c) Pengalaman dalam menyelesaikan pekerjaan, apa yang pernah, sedang dan akan dikerjakan. Pengalaman dalam menyelesaikan proyek, sangat menentukan kemampuan pelaksana proyek dan akan mendapatkan kepercayaan dari si pemberi proyek. d)Tenaga ahli. Artinya jangan melaksanakan proyek jika tak mempunyai tenaga ahli dibidang proyek yang akan dikerjakan.e) Sertifikat kualifikasi yang dimiliki.f) Schedule penyelesaian proyek. Jika proyek terlambat akan menyebabkan biaya yang meningkat diluar yang direncanakan. g) Asuransi proyek (contractor all risk) .h) Kedudukan pelaksana proyek sebagai main atau sub kontraktor

2. Jasa Perhotelan

Yang harus mendapat perhatian: a) Occupancy rate (berapa rata-rata kamar yang terpakai dibanding dengan kamar yang tersedia). b) Sales Coefficient (berapa rata-rata pendapatan di luar kamar dibanding dengan pendapatan atas penjualan kamar). c) Struktur pendapatan dan biaya yang wajar dari suatu hotel. d) Rata-rata Gross Operating (GOP) yang wajar bervariasi, yang umum berkisar antara 30-40% dari total pendapatan (paling besar biaya penyusutan). e).Biaya pemasaran hotel, umumnya berkisar antara 3-5 % dari total pendapatan. f) Hotel dibedakan antara hotel bisnis, resort, butik dan lain-lain. g). Ada/tidak dukungan dari Chain hotel. h) Pengaruh travel agent. i) Jenis wisatawan/tamu hotel yang menjadi target pasar.
Jenis wisatawan bisa dibedakan:
  • Free Individual Traveller (FIT): a) Bebas bepergian sendiri tanpa diatur travel.b) Bebas memilih obyek wisata.c) Masa tinggal tidak terbatas.
  • Group Individual Traveller (GIT): a) Segala keperluan diatur travel.b) Masa tinggal dan akomodasi tertentu.
  • Tour Series. Datang sesuai jadual/periode travel.
  • Convention. Termasuk meeting, training session, conference dll
  • Package . a) Kelompok wisata.b) Pada saat low session.c) Murah
3. Jasa Pengangkutan

Yang perlu diperhatikan: a) Sistem pembayaran.b) Jumlah armada, kondisi, kapasitas, ijin trayek.c) Penyediaan bahan bakar.d) Sarana pemeliharaan dan penunjang lainnya (bengkel, pool kendaraan). e). Biaya pemeliharaan dan operasi kendaraan. f). Hubungan keterikatan perusahaan dengan agen-agen perjalanan dan ekspedisi. g). Kebijakan khusus yang mengatur usaha jasa angkutan, misalnya: scraping, peremajaan, pengadaan armada dsb nya. h) Organisasi-organisasi di bidang Jasa angkutan.

4. Jasa Pendidikan

Yang perlu mendapat perhatian: a) Strata pendidikan (TK,SD,SMP, SMU, PT dll). b) Predikat Lembaga Pendidikan tsb dimata masyarakat (favorit/tidak favorit, akreditasi). c). Kuantitas dan kualitas lulusan. d) Jumlah mahasiswa, dosen, ratio dosen terhadap mahasiswa. e) Kelengkapan dan kualitas sarana/prasarana penunjang proses belajar mengajar. f). Kuantitas dan kualitas pengajar g). Kapasitas dan kondisi fisik bangunan. h). Struktur/siklus penerimaan dan pengeluaran.i). Kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. j). Kemampuan manajemen/pengurus/pendiri Yayasan.

Usaha Perdagangan

1. Supermarket/Departemen Store

Yang perlu mendapat perhatian: a) Produk yang dijual tak seluruhnya milik perusahaan, sering terdapat barang konsinyasi. b) Ruang toko tak seluruhnya digunakan oleh perusahaan tsb, melainkan disewakan untuk barang-barang, antara lain: kosmetik, jam, perhiasan. c). Perputaran usaha relatif cepat, karena hampir seluruhnya tunai, penjualan kredit umumnya untuk pembayaran dengan kartu kredit. d). Produk dipengaruhi oleh mode. Untuk supermarket terdapat barang dagangan yang tidak tahan lama. e) Modal kerja sebagian besar dipenuhi oleh pemasok dengan memberi keringanan pembayaran, melalui pembayaran cek atau Bank Garansi.

2. Perdagangan mobil

Faktor yang perlu mendapat perhatian: a). Proteksi pemerintah dan peraturan impor. b). Lokasi show room dan sarana penunjang yang lengkap, seperti: bengkel dan spare part (3 S: sales, service and spare part). c). Jaringan distribusi dan kualitas after sales service. d). Tersedianya fasilitas kredit dari perbankan atau Lembaga keuangan bagi pembeli. e). Brand Royalty. Konsumen mobil cenderung fanatik terhadap merk tertentu. f). Resale Value. Konsumen mempertimbangkan nilai penjualan kembali mobil yang telah dibeli.

Usaha industri

1. Industri tekstil

Faktor yang harus diperhatikan: a) Bahan baku, seperti kapas untuk benang dan bahan pembantu berupa bahan-bahan kimia masih diimpor. b). Kualitas mein-mesin produksi, apakah teknologi mesin tersebut dapat bersaing di pasar internasional. c). Tenaga ahli, khususnya dalam proses pencelupan dan finishing diperlukan orang yang profesional. d). Lokasi pabrik dan kualitas unit pengolahlimbah. Industri tekstil menghasilkan limbah cukup banyak dan dapat mencemarkan lingkungan. e). Pemasaran dan kuota, jika produk sebagian besar untuk memenuhi pasar luar negeri. Kuota yang ditetapkan negara importir merupakan kendala bagi ekspor produk ini.

2. Industri garmen

Faktor yang perlu mendapat perhatian: a) Produksi. Produk untuk pasar dalam negeri atau ekspor. Untuk produk ekspor, sebagian besar bahan baku masih diimpor. b) Pemasaran dan kuota. Apabila sebagian besar untuk memenuhi pasar luar negeri, akan dibatasi oleh kuota, di samping itu kualitas prduksi dan desain sangat menentukan. c). Kemampuan memenuhi jadual pengiriman barang sesuai permintaan buyer, menentukan kontinyuitas pemasaran ekspornya. d). Kendala yang dihadapi pasar lokal: pasar sudah jenuh, dan piutang dagang melebihi kewajaran.

3. Industri plastik

Faktor yang perlu mendapat perhatian: a) Produksi. Bahan baku seperti polyprophylene, poly stryrene, poly ethylene, PVC, PET (untuk botol aqua) sebagian besar masih diimpor. b). Produk plastik sebagian dipasarkan di dalam negeri sehingga persaingan ketat. Pemasaran ekspor terbatas pada beberapa produk, seperti: karung plastik, kantong sampah dan jenis-jenis consumer goods 

4. Industri sepatu

Faktor yang perlu mendapat perhatian: a) Produksi. Mesin yang digunakan masih diimpor dengan harga relatif mahal sehingga biaya investasi dalam industri ini cukup tinggi. Proses produksi sering terjadi bottle neck antara sewing machine dengan mesin produksi lain, sehingga kurang efisien. Tenaga ahli untuk desain dan finishing masih kurang, sehingga berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan. b). Pemasaran. Pemasaran ekspor sepatu dikuasai Trading House luar negeri. Pemasaran dalam negeri persaingan sangat ketat.

5. Industri obat/farmasi

Faktor yang perlu mendapat perhatian: a) Produksi. Perputaran persediaan bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi, cukup mempengaruhi kualitas barang. Semakin lama perputaran persediaan, mutu produk semakin berkurang. Time of delivery sangat menentukan keberhasilan pemasaran produk. Proses produksi dituntut memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan. Pembungkus (packing) mempengaruhi kualitas dan penampilan produk makanan agar diterima pasar. b). Legalitas. Ijin/pendaftaran dari Ditjen POM. Apakah pembungkus/produk telah mendapatkan no reg dari Depkes . c). Pemasaran. Segmen pasar yang dituju dan bagaimana tingkat persaingannya.

6. Industri woodworking/moulding

Faktor yang perlu mendapat perhatian: a) Bahan baku. Kontinyuitas penyediaan bahan baku dipengaruhi oleh status kepemilikan dan jenis bahan baku. Apakah pemasok bahan baku memiliki HPH atau tidak. Jenis bahan baku, apakah termasuk yang dilarang atau tidak. b). Penggunaan tenaga ahli diperlukan, karena industri ini bersifat semi labour intensive. Perusahaan yang baru berdiri perlu waktu lama untuk mendidik tenaga kerja siap trampil. c). Kebijakan pemerintah. Ijin industri plywood, sawmill, dan blackboard telah ditutup. Larangan ekspor kayu log, sawn timber dan basic moulding, serta pembatasan pengelolaan hutan. d). Ancaman dari gerakan anti kayu tropis, dengan maksud untuk melestarikan lingkungan, akan berpengaruh terhadap pangsa pasar ekspor produk kayu tropis dari Indonesia.

Pesepakbola Muslim Dalam Sepakbola Eropa 2015

Jumat, 11 September 2015

Seydou Keita

Pemain internasional Mali adalah salah satu menganut ajaran Islam di klub ibu kota Italia, Roma. Jeda kompetisi tahun ini membuat dirinya bisa menjalani ibadah dengan lebih tenang. Kendati sudah tidak muda lagi (35 tahun), pelatih Rudi Garcia masih mempercayakan satu tempat di lini tengah kepadanya, bahkan dalam beberapa kesempatan ban kapten melingkar di lengan mantan pemain Valencia. Setahun terakhir Keita mampu lesakan 2 gol dan rata-rata passingnya mencapai 90%.


Karim Benzema

Walaupun membela tim nasional Perancis, nama Karim Benzema adalah salah satu yang jarang absen melaksanakan ibadah puasa. Penyerang Real Madrid ini jadi andalan Les Blues di lini depan begitu juga ketika bermain di level klub. Catatan apiknya pada musim ini adalah 15 gol di La Liga serta shot accuracy mencapai 53%. Sebelumnya ketika berlaga di Brazil musim panas, torehan tiga gol ia ciptakan sembari menjalankan ibadah.



Franck Ribery

Lagi salah satu nama dari Perancis, namun memilih untuk berkarir di Bundesliga bersama Bayern Munchen. Sering kita melihat bagaimana Ribery sebelum laga dimulai ataupun usai jeda antara babak pertama dan kedua, membaca doa di tengah lapangan memohon ketenangan dari Maha Pencipta. Gelandang sayap ini memiliki kecepatan serta kemampuan cetak gol, sayang dalam setahun terakhir jarang bermain terutama di akhir kompetisi lantaran mengalami cedera, tapi untuk urusan rata-rata passing masih jempolan dengan 84%.



Yaya Toure

Salah satu motor serangan Manchester City dalam beberapa tahun terakhir ini jadi salah satu yang menunggu bulan suci Ramadhan. Walaupun menjelang akhir musim kemarin banyak ceracaan mengarah kepada dirinya, ia tidak menggubris hal tersebut tetap fokus bermain. 10 gol serta tingkat akurasi passing mencapai 89% jadi bukti kualitas pemain ini. Tahun sebelumnya lagi ketika bersama Pantai Gading bermain di Piala Dunia dirinya gagal membawa negara keluar dari fase grup, hanya satu kali bermain dari tiga kali jatah diberikan oleh penyelenggara.



Mesut Ozil

Satu lagi nama dari Premier League, Mesut Ozil. Memiliki passport Jerman masih ada darah Turki mengalir dalam playmaker milik Arsenal. Sempat jadi kambing hitam kala The Gunners sulit dapat kemenangan, ia membuktikan kolaborasinya dengan Sanchez begitu maut. 70 chances created berhasil ditorehkan dalam satu musim, dan tambahan 88% akurasi passing. Ozil juga jadi salah satu pahlawan ketika Jerman meraih trofi Piala Dunia tahun lalu, bersamaan dengan bulan suci kemampuannya tidak luntur sama sekali terlihat selalu aktif bermain menyumbang satu gol dan 87% soal keakuratan operan.


Astaghfirullaah, Jadi Ini Hukum Dan Akibatnya Jika Memajang Foto Di Sosmed...

Kamis, 03 September 2015


Seorang Ibu-ibu Jawa Bertanya : ust. bagaimana hukumnya seorang wanita yg memajang foto wajahnya di pesbuk & banyak laki2 yg memuji kecantikkannya,

jawab ust. : berarti wanita itu berjiwa pelacur, Wangi parfumnya seorang wanita saja, jika sengaja dipakai agar laki2 dpat mencium baunya, oleh rasulullaah shalallaahu 'alayhi wa sallam dikatakan sbagai pelacur, apalagi ini, sengaja menunjukkan kecantikannya untuk dinikmati oleh laki2 yg bukan mahramnya.

dan wanita itupun bertanggung jawab atas setiap dosa yg ia timbulkan bagi laki2 yg menikmati wajahnya..

Astaghfirullaah, mak jlebb jawabane (kata ibu dalam hati)

Catatan:

Tidak perlu marah dengan jawaban ustadz tersebut seandainya kita tidak setuju. Merupakan hak ustadz tersebut untuk menyampaikan pendapatnya berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Pertimbangkan baik-baik apakah jawabannya mengandung kebenaran ataukah salah. Apakah yang dikatakan ustadz tersebut benar atau salah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad.)

Diantara dampak negatif wanita memajang foto wajah di internet:


  • Bisa membuat pria yang sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, membuat terbayang siang malam, bahkan bisa menimbulkan niat-niat buruk atau bahkan sampai melakukan kejahatan


  • Meski seorang wanita menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di social media maka ini pun tidak bisa menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah, sebab wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu bisa menimbulkan fitnah di hati orang yang memandangnya.
Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses oleh para pria yang bukan mahromnya.

  • Menggoda pria, membuat pria tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Quran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, pria tidak akan berani lama-lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan malu kalau kelihatan sedang melihat wanita tersebut terus-menerus. Namun foto di internet, para lelaki bisa melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, sebab tidak ada orang yang tahu. Dan hal tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak negatif baik bagi pria maupun wanita. Sudah seharusnya para wanita menolong para pria dgn cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dgn tidak memajang fotonya.


  • Betapa banyak wanita yg menjadi korban pria jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan, ditipu, diculik, diperkosa, dibunuh, dll, diawali oleh pria tertarik melihat foto sang wanita di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa.


  • Foto anda bisa dicopy dan diedit oleh orang2 jahat, dijadikan foto porno, atau digunakan untuk hal2 lain yg merugikan, (misalnya orang membuat suatu akun dgn memakai foto2 anda)



Pertanyaan bagi muslimah yang memajang fotonya di internet, foto itu Anda pajang untuk siapa ?

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan muslim dan muslimah untuk menjaga pandangannya dari lawan jenis yang bukan mahram. Tak sampai di situ Allah pun memerintahkan masing-masing kepada mereka untuk saling menjaga diri.

Ketika mengupload foto Anda di internet maka anda secara tak langsung telah “menandatangani kontrak” bahwa anda membebaskan siapapun bebas untuk memandang Anda tanpa terkecuali. Terus dimana penjagaan Anda terhadap kehormatan Anda dan orang lain?


Ini Yang Paling Penting


  • Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu (jika sengaja pamer kecantikan/keindahan tubuh dan tampil menggoda) semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
  • Semakin sang lelaki menghayalkanmu...semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
  • Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu.... Bayangkanlah... betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan...bahkan jutaan para lelaki??
  • Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu...maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah...
  • Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat...dan di akhirat kelak...bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!
Silahkan Share Ini Jika dianggap penting.... Semoga bermanfaat...
Sumber : Reportase

 
FAJAR HERU SANCOKO © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions