About

ayatimg.php?&text=FFFFFF&bg=00BB00&am

Yang Penting Hatinya Baik?

Selasa, 24 Maret 2015


Ini salah satu jurus pamungkas yang sering disampaikan orang ketika dia terjepit. Secara tabiat, manusia tidak mau disalahkan. Sekalipun dia bersalah. Hingga pada gilirannya, ketika dia memang benar-benar salah, dan tidak ada ruang untuk menghindar, dia akan membela hatinya, ’yang penting-kan hatiku baik.’

Anda mungkin pernah mendengar ketika ada seorang wanita diingatkan agar pakai jilbab, jangan mengumbar aurat. Gak gak papa, yang penting hatiku baik.

Jangan pacaran, itu mendekati zina. Gak papa, yang penting hatiku baik.

Jaga shalat, jangan sampai ditinggalkan. Gak shalat gak papa, yang penting hatiku baik.

Jangan percara paranormal. Itu bisa syirik. Gak papa, yang penting hatiku baik.

Sejuta kata ‘jangan’, bisa dimentahkan hanya dengan satu kata, ’yang penting hatiku baik.’ Kalo begitu, sampaikan saja, Pak Ustad, Tuan Guru, gak usah ngajar, gak usah dakwah. Hati umat sudah baik.

Jadi sebut saja, ini kalimat pembelaan.

Sebenarnya, semua orang sadar, bahwa hatilah yang menentukan baik dan buruknya anggota badan. Terlebih bagi mereka yang pernah mendengar hadis yang sangat terkenal,

Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً: إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ القَلْبُ
Ketahuilah bahwa dalam jasad ada segumpal darah. Jika segumpal darah ini baik, maka semua jasad jadi baik. Jika segumpal darah ini jelek, maka semua jasad jadi jelek. Itulah qolbu. (HR. Bukhari 52 & Muslim 1599)

Memahami prinsip ini, sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

القلب ملك والأعضاء جنوده فإذا طاب الملك طابت جنوده وإذا خبث الملك خبثت جنوده
Hati adalah raja, sementara anggota badan adalah pasukannya. Apabila rajanya baik, maka pasukannya juga baik. Jika rajanya jahat, pasukannya juga jahat. (HR. Baihaqi dalam Syuabul Iman 104 dan Abdurrazaq dalam al-Mushannaf 20375).

Sebagai renungan

Dalam sebuah kerajaan, sang raja mengawasi dengan detail semua gerakan pasukannya. Dan diapun kuasa untuk mengendalikan seluruh pasukannya sesuai keinginannya.

Mungkinkan dalam kerajaan itu, ada pasukan yang melakukan perbuatan secara terang-terangan, dan perbuatanya bertentangan dengan keinginan sang raja??.

Saya yakin, semua sepakat menjawab, tidak ada.

Jika hati anda baik, mungkinkah anggota badan anda melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hati anda??

Apa yang anda lakukan, yang diwakili oleh gerakan semua anggota badan, adalah indikator bahwa apa yang tersimpan dalam hati anda, tidak jauh berbeda dengan apa yang anda nampakkan. Kecuali jika anda sedang tidur, hilang akal, darurat terpaksa, atau lupa. Di saat itulah, sang raja tidak sadar.

Dusta ketika ada orang yang bergelimang maksiat, tidak shalat, tidak puasa, sementara ketika diingatkan dia mengaku hatinya baik.

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS. Al-Hajj: 46)

Allahu a’lam

Nasehat

Selasa, 17 Maret 2015

“Bila anda di gaji  10 juta oleh perusahaan, namun anda bekerja seperti bergaji 20 juta, maka Allah akan membayar lebihnya dengan kesehatan, keluarga   yang bahagia/sejahtera, dan semisalnya. Namun bila anda bekerja seperti orang bergaji 5 juta,  maka Allah akan menuntut sisanya dengan memberimu kesusahan, hutang, kesempitan dan semisalnya. Jadi, bekerjalah maksimal. Ikhlaslah. Dan perhatikan apa yang Allah perbuat untuk kejayaanmu.”

@haikal_hassan

Mengenal Indahnya Islam


Ilmu Bukan Untuk Dibanggakan, Namun Untuk Diamalkan


Ilmu agama bukan untuk dibanggakan, atau hanya untuk pengetahuan dan wawasan, tapi dia menuntut Anda untuk mengamalkannya.

Dalam sebuah tulisannya, Tajuddin As Subki -rahimahullah- yang wafat tahun 771 H / 1370 M seakan menjelaskan keadaan sebagian penuntut ilmu di masa kita ini, beliau mengatakan:

“Diantara mereka (yang berilmu agama), ada segolongan orang yang memang tidak meninggalkan amal-amal wajib, tapi senang ilmu dan perdebatan, dia senang bila dikatakan: “si fulan sekarang adalah pakar fikih di daerah ini“, kesenangannya terhadap hal-hal itu sampai mendarah daging, hingga kesibukannya untuk itu menghabiskan sebagian besar waktunya.

Dan dia pun menyepelekan Al Qur’an, lupa dengan hapalan Qur’annya, tapi tetap saja dia bangga, dan mengatakan: “kamilah para ulama”. Apabila dia mendirikan sholat fardhu, dia memang sholat 4 rakaat, tapi tidaklah dia mengingat Allah di dalam sholatnya kecuali sedikit, sholatnya dicampuri dengan memikirkan permasalahan dalam bab haidh dan jinayat yang pelik.

Lalu bila kamu menanyakan kepada salah seorang dari mereka: “Apakah kamu sudah sholat sunnah Zhuhur?” Dia akan mengatakan kepadamu: “Imam Syafi’i telah mengatakan: menuntut ilmu lebih afdhol daripada sholat sunnah“.

Atau bila kamu mengatakan kepadanya: “khusyu’ kah kamu dalam sholatmu?“. Dia akan mengatakan: “Khusyu’ tidaklah termasuk syarat sah sholat“.

Atau bila kamu katakan kepadanya: “Kamu lupa hapalan Qur’anmu?“. Dia akan mengatakan kepadamu: “Tidak ada yang berpendapat bahwa melupakan hapalan Qur’an itu dosa besar, kecuali penulis kitab Al-‘Uddah, lalu mana dalil pendapat itu?! Belum lagi aku tidak lupa semua hapalan Qur’an, karena aku masih hapal Al Fatihah dan banyak lagi dari Al Qur’an“.
Maka katakanlah kepadanya: “Wahai pakar fikih, memang perkataan itu benar, tapi untuk tujuan kebatilan, karena Imam Syafi’i tidaklah menginginkan dari perkataannya itu apa yang kau inginkan…“.

Dikhawatirkan orang yang keadaannya seperti ini, akan keluar total dari agamanya.
(dari kitab Mu’idun Ni’am wa Mubidun Niqom, Tajuddin Assubki, hal: 84-85).

Semoga kita bukan termasuk dari mereka…
—
Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.
Artikel Muslim.Or.Id

Tinjauan Industri Minyak dan Gas Bumi Indonesia

Indonesia memiliki cadangan migas yang cukup besar. Total Cadangan minyak bumi Indonesia per 1 Januari 2012 sebesar 7.408,24 MMSTB sedangkan total cadangan gas bumi Indonesia sebesar 150,70 TSCF. Produksi migas Indonesia cenderung menurun sementara konsumsi migas Indonesia diproyeksikan terus meningkat. Kegiatan pemboran eksplorasi migas Indonesia selama tahun 2005-2012 menunjukkan grafik yang terus meningkat akan tetapi belum sesuai dengan program yang direncanakan. Hal ini dikarenakan adanya kendala yang menghambat baik pada kegiatan eksplorasi onshore maupun offshore. Prospek migas Indonesia menunjukkan bahwa cadangan migas terbukti di Indonesia termasuk dalam top 20 dunia sehingga masih menarik para investor untuk melakukan investasi pada sektor migas Indonesia.

Perkembangan dan Prospek Usaha Kapal Perikanan di Indonesia

Kapal perikanan didefinisikan sebagai kapal atau perahu atau alat apung lainnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan termasuk melakukan survei atau eksplorasi perikanan. Kapal perikanan dapat dibedakan berdasarkan alat penggerak, fishing ground, alat tangkap yang digunakan maupun lainnya. Kapal perikanan harus juga memenuhi syarat khusus untuk mendukung keberhasilan kegiatan tersebut yang meliputi kecepatan, olah gerak/maneuver, ketahanan stabilitas, kemamapuan jelajah, konstruksi, mesin penggerak, fasilitas pengawetan dan prosesing serta peralatan penangkapan.

Selama periode tahun 2009 - 2013, jumlah kapal penangkap ikan meningkat rata-rata 1,48% per tahun. Jumlah kapal perikanan di Indonesia diperkirakan terus meningkat, hal ini karena Indonesia dianugerahi laut yang begitu luas dengan berbagai sumber daya ikan di dalamnya.

Produksi perikanan Indonesia selama tahun 2010-2013 menunjukkan grafik yang terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 14,40% per tahun. Konsumsi ikan Indonesia selama tahun 2008-2013 menunjukkan grafik yang terus meningkat. Volume dan nilai ekspor ikan juga menunjukkan peningkatan.

Perkembangan Kawasan Industri di Indonesia

Kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri yang telah memiliki izin usaha kawasan industri. Penyerapan kawasan industri di Indonesia dalam beberapa tahun menunjukkan grafik yang terus meningkat. Sementara permintaan (demand) untuk kawasan industri menunjukkan peningkatan, namun tidak dibarengi dengan penyediaan supply. Disisi lain, penyebaran kawasan Industri di Indonesia sebagian besar terletak di Pulau Jawa sehingga jumlah kawasan industri di Pulau tersebut semakin terbatas.

Industri Tesktil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia

Industri Tesktil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia dari sisi teknis dan struktur dapat terbagi kedalam tiga sektor industri yang lengkap, vertikal dan terintegrasi dari hulu sampai hilir. Hasil produk industri tekstil antara lain serat, kain, benang dan produk tekstil. Selama tahun 2008-2013, volume produk tekstil Indonesia cenderung meningkat, nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 5,27% per tahun. Sementara nilai impor TPT Indonesia menunjukkan grafik yang terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 18,71% per tahun. Industri TPT Indonesia akan menghadapi tantangan dan hambatan dimasa yang akan datang.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan kontribusi sebesar 1,6% terhadap total ekspor produk tekstil dunia pada tahun 2012 atau senilai US$ 5 milyar. Dari segi impor, pada tahun 2012 nilai impor produk tekstil Indonesia mencapai US$ 6 milyar atau 1,8% dari total impor produk tekstil dunia. Negara-negara yang menjadi pesaing Indonesia antara lain China, Vietnam, Bangladesh, India dan Korea.

Industri kain di Indonesia telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan industri TPT di Indonesia. Industri kain memberikan kontribusi yang cukup besar bagi industri TPT di Indonesia.

 
FAJAR HERU SANCOKO © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions