About

ayatimg.php?&text=FFFFFF&bg=00BB00&am

Astaghfirulloh,..Ngeri,..Melihat Proses Eksekusi Hukuman Pancung, Gantung dan Rajam Hingga Mati

Kamis, 16 April 2015

Inilah beberapa foto dari pelaksanaan eksekusi mati baik itu hukuman pancung, hukuman gantung, maupun rajam beserta sekilas penjelasannya. Jadi bagi yang tidak kuat mohon tidak usah melihat dan segera tutup halaman ini...

Hukum Gantung
Hukuman gantung adalah menggantung seseorang dengan menggunakan tali gantungan ("simpulan hukum gantung") yang dibelitkan di sekitar leher yang mengakibatkan kematian. Cara ini telah digunakan sepanjang sejarah sebagai suatu bentuk hukuman mati, pertama kali diterapkan di kerajaan Persia kurang lebih 2500 tahun yang lalu. dan sampai saat ini masih digunakan di beberapa negara. Cara ini juga merupakan suatu cara yang umum dipergunakan untuk bunuh diri.

Hukum gantung ini banyak loh di gunakan oleh negara negara di dunia. walaupub mayoritas pengguna nya adalah negara muslim. negara malaysia dan Singapura termasuk pengguna hukuman ini.

Beberapa gambar hukuman mati di negara Iran. Berdasarkan web tersebut, lelaki ini telah membunuh 22 kanak-kanak dan ada di antara mangsa (berumur antara 7 dan 13 tahun) telah dirogol sebelum dibunuh. Lelaki ini ditangkap, disebat dan digantung sampai mati.
Gambar ini menujukkan ketika seorang terhukum leher nya akan di masukkan kedalam simpul tali
Ketika Tali diangkat, seketika itu juga dia meninggal karena tercekik. Dan Izrail pun menjemput nya.
Walaupun Sesorang itu di hukum secara mati, mayat nya tetap harus di perlakukan sebagaimana mestinya. di mandikan, di kafani, di solati dan di kuburkan.


Hukum Pancung
Memancung adalah tindakan memisahkan kepala dari badan manusia atau binatang. Biasanya dilakukan dengan kapak, pedang, maupun guillotine. Kata lain dari memancung adalah memenggal dan seseorang yang mengeksekusi disebut Pemancung/ Pemenggal.

Kalimat memancung bisa merujuk kepada sebuah acara/ upacara tertentu, untuk memisahkan kepala dari badan yang telah mati. Pemenggalan kepala ini biasanya untuk sebuah piala, sebuah peringatan, untuk menghilangkan identitas korban, krionik dan alasan lainnya.

Pemenggalan leher sangat fatal akibatnya, dalam hitungan detik ke menit ketika terjadi adanya kematian pada otak tanpa sokongan salah satu anggota tubuh.
Memancung telah digunakan sebagai salah satu bentuk hukuman yang telah dilakukan selama pada masa seribu tahun. Pemancungan dengan menggunakan pedang, kapak, bahkan dengan senjata militer terkadang dianggap sebagai salah satu cara terhormat untuk mati bagi seorang bangsawan, yang beranggapan bahwa sebagai prajurit, sudah seharusnya berharap mati dengan pedang dalam situasi apapun. Di Inggris ada anggapan bahwa pemancungan sebagai hak istimewa para pria terhormat. Pemancungan ini membedakan dari hukuman tidak terhormat (keji) dari membakar seseorang hidup-hidup diatas tumpukan kayu. Pada abad pertengahan di Inggris, sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh bangsawan akan dihukum pancung, bagi para pelaku bangsawan pria, termasuk ksatria, akan digantung, diseret dan ditarik dengan kuda. Untuk pelaku wanita akan dibakar hidup-hidup di atas tumpukan kayu.
Sampai saat ini tradisi memancung juga masih eksis di negara Islam. contoh seperti Saudi Arabia. di Kota Jeddah terdapat sebuah mesjid. Mesjid Itu dinamakan Mesjid Qishas. Qisas itu arti nya semacam penebusan dosa gitu. Hukuman Mati di mesjid ini biasa nya dilaksanakan setiap hari Jumat setelah solat jumat.  Terhukum di persilahkan dahulu untk mengikuti solat tersebut. dia diberikan shaf terdepan untuk solat. setelah itu dia baru di hukum di mesjdi itu. ketika sang Algojo (mukanya biasa nya di tutup) memenggal kepala nya, para penonton yang ada di situ bukan nya pada histeris ketakutan tapi malah bertepuk tangan. mengapa? karena ini menandakan hukum islam masih belaku di kota internasional seperti Jeddah.
Ketika kepala sang terhukum sudah lepas dari anggota tubuh nya


Hukum Rajam
Rajam adalah hukuman melempari pezina dengan batu sampai mati dan yang berhak menjatuhkan hukuman rajam itu adalah pengadilan tinggi suatu negara yang menganut hukum agama Islam . Prosesi rajam dengan cara, para pezina ditanam berdiri di dalam tanah sampai dadanya, lalu dilempari batu hingga mati.
Sampai saat ini banyak negara yang masih menggunakan hukum rajam, biasa nya hukuman ini dijatuhkan kepada orang yang sudah berkeluarga namun berzinah. Ini beberapa negara yang masih menerapkannya:

1. Iran
2. Arab Saudi
3. Sudan
5. Pakistan
5. Beberapa bagian Nigeria
6. Afganistan semasa pemerintahan Taliban.
7. Somalia
8. Dan lain lain.

Saya hanya punya foto rajam dari Somalia, selamat melihat!
Ane ada beberapa foto nya. Tapi maaf foto nya ini bukan pemancungan di Saudi, namun di negara Asia Timur.
Sang terhukum telah dikuburkan hingga sebatas dada (kalo wanita sampai leher loh)

Massa dengan beringas melempari dia dengan batu, hingga dia TEWAS.

lokasi Terjadinya hukuman ini
Oke, kesimpulan nya adalah setelah kita melihat ini, hukuman yang paling tidak menyiksa sang terhukum adalah hukuman pancung. namun untuk hukuman yang membuat sang terhukum sangat tersiksa adalah rajam. bayang kan sang terhukum dapat merasakan detik menuju kematiannya dengan rasa sakit yang sangat dahsyat.

Gaji Orang Indonesia dan Gaji Orang Eropa

Selasa, 07 April 2015

SATU orang Eropa dan satunya, sudah tentu orang Indonesia. 

Orang Indonesia bertanya pada orang Eropa, “Berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?”

Orang Eropa menjawab, “Gaji saya 3.000 Euro. 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan.”

“Lalu sisa 500 Euro untuk apa?” tanya orang Indonesia.

Orang Eropa menjawab secara ketus, “Oh.. itu urusan saya, Anda tidak berhak bertanya!”
Kemudian orang Eropa berbalik bertanya. “Kalau Anda bagaimana?”

“Gaji saya Rp 950 ribu. Rp 450 ribu untuk tempat tinggal, Rp 350 ribu untuk makan, Rp 250 ribu untuk transport, Rp 200 ribu untuk sekolah anak, Rp 200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman, Rp100 ribu untuk…”

Penjelasan orang Indonesia terhenti karena orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya.

“Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji Anda. Sisanya dari mana?” kata orang Eropa itu keheranan.

Kemudian, orang Indonesia itu menjawab dengan enteng, “Begini, Mister. Tentang uang yang kurang, itu urusan saya. Anda tidak berhak bertanya-tanya!”

Yang Penting Hatinya Baik?

Selasa, 24 Maret 2015


Ini salah satu jurus pamungkas yang sering disampaikan orang ketika dia terjepit. Secara tabiat, manusia tidak mau disalahkan. Sekalipun dia bersalah. Hingga pada gilirannya, ketika dia memang benar-benar salah, dan tidak ada ruang untuk menghindar, dia akan membela hatinya, ’yang penting-kan hatiku baik.’

Anda mungkin pernah mendengar ketika ada seorang wanita diingatkan agar pakai jilbab, jangan mengumbar aurat. Gak gak papa, yang penting hatiku baik.

Jangan pacaran, itu mendekati zina. Gak papa, yang penting hatiku baik.

Jaga shalat, jangan sampai ditinggalkan. Gak shalat gak papa, yang penting hatiku baik.

Jangan percara paranormal. Itu bisa syirik. Gak papa, yang penting hatiku baik.

Sejuta kata ‘jangan’, bisa dimentahkan hanya dengan satu kata, ’yang penting hatiku baik.’ Kalo begitu, sampaikan saja, Pak Ustad, Tuan Guru, gak usah ngajar, gak usah dakwah. Hati umat sudah baik.

Jadi sebut saja, ini kalimat pembelaan.

Sebenarnya, semua orang sadar, bahwa hatilah yang menentukan baik dan buruknya anggota badan. Terlebih bagi mereka yang pernah mendengar hadis yang sangat terkenal,

Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً: إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ القَلْبُ
Ketahuilah bahwa dalam jasad ada segumpal darah. Jika segumpal darah ini baik, maka semua jasad jadi baik. Jika segumpal darah ini jelek, maka semua jasad jadi jelek. Itulah qolbu. (HR. Bukhari 52 & Muslim 1599)

Memahami prinsip ini, sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

القلب ملك والأعضاء جنوده فإذا طاب الملك طابت جنوده وإذا خبث الملك خبثت جنوده
Hati adalah raja, sementara anggota badan adalah pasukannya. Apabila rajanya baik, maka pasukannya juga baik. Jika rajanya jahat, pasukannya juga jahat. (HR. Baihaqi dalam Syuabul Iman 104 dan Abdurrazaq dalam al-Mushannaf 20375).

Sebagai renungan

Dalam sebuah kerajaan, sang raja mengawasi dengan detail semua gerakan pasukannya. Dan diapun kuasa untuk mengendalikan seluruh pasukannya sesuai keinginannya.

Mungkinkan dalam kerajaan itu, ada pasukan yang melakukan perbuatan secara terang-terangan, dan perbuatanya bertentangan dengan keinginan sang raja??.

Saya yakin, semua sepakat menjawab, tidak ada.

Jika hati anda baik, mungkinkah anggota badan anda melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hati anda??

Apa yang anda lakukan, yang diwakili oleh gerakan semua anggota badan, adalah indikator bahwa apa yang tersimpan dalam hati anda, tidak jauh berbeda dengan apa yang anda nampakkan. Kecuali jika anda sedang tidur, hilang akal, darurat terpaksa, atau lupa. Di saat itulah, sang raja tidak sadar.

Dusta ketika ada orang yang bergelimang maksiat, tidak shalat, tidak puasa, sementara ketika diingatkan dia mengaku hatinya baik.

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS. Al-Hajj: 46)

Allahu a’lam

Nasehat

Selasa, 17 Maret 2015

“Bila anda di gaji  10 juta oleh perusahaan, namun anda bekerja seperti bergaji 20 juta, maka Allah akan membayar lebihnya dengan kesehatan, keluarga   yang bahagia/sejahtera, dan semisalnya. Namun bila anda bekerja seperti orang bergaji 5 juta,  maka Allah akan menuntut sisanya dengan memberimu kesusahan, hutang, kesempitan dan semisalnya. Jadi, bekerjalah maksimal. Ikhlaslah. Dan perhatikan apa yang Allah perbuat untuk kejayaanmu.”

@haikal_hassan

Mengenal Indahnya Islam


Ilmu Bukan Untuk Dibanggakan, Namun Untuk Diamalkan


Ilmu agama bukan untuk dibanggakan, atau hanya untuk pengetahuan dan wawasan, tapi dia menuntut Anda untuk mengamalkannya.

Dalam sebuah tulisannya, Tajuddin As Subki -rahimahullah- yang wafat tahun 771 H / 1370 M seakan menjelaskan keadaan sebagian penuntut ilmu di masa kita ini, beliau mengatakan:

“Diantara mereka (yang berilmu agama), ada segolongan orang yang memang tidak meninggalkan amal-amal wajib, tapi senang ilmu dan perdebatan, dia senang bila dikatakan: “si fulan sekarang adalah pakar fikih di daerah ini“, kesenangannya terhadap hal-hal itu sampai mendarah daging, hingga kesibukannya untuk itu menghabiskan sebagian besar waktunya.

Dan dia pun menyepelekan Al Qur’an, lupa dengan hapalan Qur’annya, tapi tetap saja dia bangga, dan mengatakan: “kamilah para ulama”. Apabila dia mendirikan sholat fardhu, dia memang sholat 4 rakaat, tapi tidaklah dia mengingat Allah di dalam sholatnya kecuali sedikit, sholatnya dicampuri dengan memikirkan permasalahan dalam bab haidh dan jinayat yang pelik.

Lalu bila kamu menanyakan kepada salah seorang dari mereka: “Apakah kamu sudah sholat sunnah Zhuhur?” Dia akan mengatakan kepadamu: “Imam Syafi’i telah mengatakan: menuntut ilmu lebih afdhol daripada sholat sunnah“.

Atau bila kamu mengatakan kepadanya: “khusyu’ kah kamu dalam sholatmu?“. Dia akan mengatakan: “Khusyu’ tidaklah termasuk syarat sah sholat“.

Atau bila kamu katakan kepadanya: “Kamu lupa hapalan Qur’anmu?“. Dia akan mengatakan kepadamu: “Tidak ada yang berpendapat bahwa melupakan hapalan Qur’an itu dosa besar, kecuali penulis kitab Al-‘Uddah, lalu mana dalil pendapat itu?! Belum lagi aku tidak lupa semua hapalan Qur’an, karena aku masih hapal Al Fatihah dan banyak lagi dari Al Qur’an“.
Maka katakanlah kepadanya: “Wahai pakar fikih, memang perkataan itu benar, tapi untuk tujuan kebatilan, karena Imam Syafi’i tidaklah menginginkan dari perkataannya itu apa yang kau inginkan…“.

Dikhawatirkan orang yang keadaannya seperti ini, akan keluar total dari agamanya.
(dari kitab Mu’idun Ni’am wa Mubidun Niqom, Tajuddin Assubki, hal: 84-85).

Semoga kita bukan termasuk dari mereka…
—
Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.
Artikel Muslim.Or.Id

Tinjauan Industri Minyak dan Gas Bumi Indonesia

Indonesia memiliki cadangan migas yang cukup besar. Total Cadangan minyak bumi Indonesia per 1 Januari 2012 sebesar 7.408,24 MMSTB sedangkan total cadangan gas bumi Indonesia sebesar 150,70 TSCF. Produksi migas Indonesia cenderung menurun sementara konsumsi migas Indonesia diproyeksikan terus meningkat. Kegiatan pemboran eksplorasi migas Indonesia selama tahun 2005-2012 menunjukkan grafik yang terus meningkat akan tetapi belum sesuai dengan program yang direncanakan. Hal ini dikarenakan adanya kendala yang menghambat baik pada kegiatan eksplorasi onshore maupun offshore. Prospek migas Indonesia menunjukkan bahwa cadangan migas terbukti di Indonesia termasuk dalam top 20 dunia sehingga masih menarik para investor untuk melakukan investasi pada sektor migas Indonesia.

Perkembangan dan Prospek Usaha Kapal Perikanan di Indonesia

Kapal perikanan didefinisikan sebagai kapal atau perahu atau alat apung lainnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan termasuk melakukan survei atau eksplorasi perikanan. Kapal perikanan dapat dibedakan berdasarkan alat penggerak, fishing ground, alat tangkap yang digunakan maupun lainnya. Kapal perikanan harus juga memenuhi syarat khusus untuk mendukung keberhasilan kegiatan tersebut yang meliputi kecepatan, olah gerak/maneuver, ketahanan stabilitas, kemamapuan jelajah, konstruksi, mesin penggerak, fasilitas pengawetan dan prosesing serta peralatan penangkapan.

Selama periode tahun 2009 - 2013, jumlah kapal penangkap ikan meningkat rata-rata 1,48% per tahun. Jumlah kapal perikanan di Indonesia diperkirakan terus meningkat, hal ini karena Indonesia dianugerahi laut yang begitu luas dengan berbagai sumber daya ikan di dalamnya.

Produksi perikanan Indonesia selama tahun 2010-2013 menunjukkan grafik yang terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 14,40% per tahun. Konsumsi ikan Indonesia selama tahun 2008-2013 menunjukkan grafik yang terus meningkat. Volume dan nilai ekspor ikan juga menunjukkan peningkatan.

 
FAJAR HERU SANCOKO © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions